SeputarSultra
Headlines News :

seputarsultra.blogspot.com
BannerFans.com

IKLAN BARIS

  • Jaul Tanah Kavling
    Jaul Tanah Kavling
    Investasi Cerdas di Kota Kendari.
  • Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental aneka tipe mobil baru: avanza, xenia, ertiga, dll.
  • Dikontrakkan Rumah Permanen
    Dikontrakkan Rumah Permanen
    FASILITAS : 4 Kamar Tidur, 2 Kamar Mandi/WC, Ruang Tamu,Ruang Tengah, Dapur, Listrik 900W, Air PDAM. ALAMAT .
  • Jaul Tanah Kavling
    Jaul Tanah Kavling
    Investasi Cerdas di Kota Kendari.
  • Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental aneka tipe mobil baru: avanza, xenia, ertiga, dll.
  • Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental aneka tipe mobil baru: avanza, xenia, ertiga, dll.
    Showing posts with label Keagamaan. Show all posts
    Showing posts with label Keagamaan. Show all posts

    Secara Virtual, Kanwil Kemenag Sultra Dorong Sertifikasi Halal Produk di Tempat Wisata

    Kolaka, (SeputarSULTRA) - Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sultra bersama Satgas JPH Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, melakukan layananan sertifikasi Halal On the Spot, sebagai bentuk dukungan program Pemerintah mengakselerasi sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman di destinasi wisata. 

    Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) dan Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam giat Wajib Halal Oktober 2024 (WHO-2024) di 3.000 Desa Wisata. 

    Dipusatkan di kawasan wisata Pantai Tamborasi Kab. Kolaka, Kakanwil Kemenag Sultra H Muhamad Saleh mengikuti secara virtual kegiatan akselerasi sertifikasi halal di 3.000 Desa Wisata yang disiarkan secara virtual serentak se Indonesia ini. Turut hadir, Kabid Penais Zakat Wakaf dan Ketua DWP Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kemenag Kab. Kolaka, Tim BPJPH Kemenag RI, Satgas BPJPH Prov. Sultra, Perwakilan Dinas Pariwisata Kab. Kolaka, Pemerintah Kec. Iwoimendaa dan Kades Tamborasi, Kepala KUA se Kab. Kolaka, serta para pelaku Usaha. 

    "Hari ini, akselerasi sertifikasi halal bagi produk makanan-minuman di 3.000 Desa Wisata kita laksanakan melalui sinergi kolaborasi antara BPJPH Kemenag dan Kemenparekraf," kata Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, usai menyapa para peserta kegiatan dan stakeholder di berbagai daerah melalui teleconference di Jakarta, Sabtu (4/5/2024). 

    Kegiatan ini juga merupakan rangkaian Wajib Halal Oktober 2024 (WHO-2024) yang terus digulirkan dalam rangka menyambut implementasi kewajiban sertifikasi halal yang akan dimulai pada 18 Oktober 2024 mendatang," sambungnya. 

     WHO-2024 di 3.000 Desa Wisata bertujuan menyosialisasikan dan mengedukasikan kewajiban sertifikasi halal kepada pelaku usaha produsen produk makanan dan minuman di sekitar destinasi wisata. Edukasi dilakukan melalui lima aktivitas, yakni: (1) Kampanye Wajib Halal Oktober 2024, (2) Sosialisasi dan Edukasi Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha, (3) Layanan Pendaftaran Sertifikasi Halal on the spot atau di lokasi, (4) Layanan Konsultasi Jaminan Produk Halal, dan (5) Coaching Clinic. 

    Dikesempatan ini, Kakanwil H Muhamad Saleh melaporkan perkembangan program sertifikasi halal di Sultra. Hingga saat ini, telah terbit 6.721 sertifikat halal dari sejumlah 7.631 pengajuan. Saleh juga melaporkan tentang masalah yang dihadapi Rumah Potong Hewan (RPH) yang belum tersertifikasi halal. 

    "Namun, kami terus melakukan koordinasi secara masif dengan pemerintah daerah untuk segera mendorong RPH-RPH yang tersebar di kab/kota se Sultra, berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk melakukan pelatihan juru sembelih hewan. Bahkan ini sudah berlangsung satu angkatan, kurang lebih dua minggu lalu dilaksanakan," jelas Saleh. 

    Muhamad Saleh memastikan, Kanwil Kemenag Sultra dan stakeholder yang ada siap mendukung dan menyukseskan seluruh kegiatan terkait dengan Wajib Halal Oktober 2024 yang merupakan program mandatori. Diketahui, sosialisasi kewajiban sertifikasi halal terus digencarkan BPJPH. Pada 2023, 

    BPJPH menggelar Kampanye Wajib Sertifikasi Halal yang digelar serentak di 1.012 titik lokasi di seluruh Indonesia. Giat itu bahkan memperoleh Rekor MURI sebagai kampanye serentak terbesar di Indonesia. Tahun ini, BPJPH melanjutkan kegiatan sosialisasi Wajib Halal Oktober 2024 melalui serangkaian kegiatan. 

    Pada 5 Maret lalu, BPJPH menggelar Sosialisasi WHO 2024 serentak di 5.040 titik lokasi se-Indonesia. Kemudian pada 15 Maret 2024 BPJPH juga menggelar layanan pendaftaran sertifikasi halal on the spot serentak di 405 titik lokasi di 27 provinsi. Lalu pada 4 April lalu, BPJPH juga melaksanakan Sosialisasi Wajib Halal melalui Pengawasan Terpadu Sektor Hulu di Rumah Potong Hewan/Rumah Potong Unggas dan Produk Makanan dan Minuman serentak di 1.068 titik lokasi di 34 provinsi.

    Kemenag Selidiki Keberadaan Gerakan ISIS di Sultra

    Kendari, — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memantau dan menyelidiki keberadaan gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di daerah itu.
    Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Mohamad Ali Irfan, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk melihat apakah di daerah itu sudah ada gerakan ISIS atau pemikiran yang mengarah ke ISIS.
    “Tentunya kami senantiasa berupaya untuk menekan gerakan yang bisa merusak moral generasi kita yang cinta tanah air,” katan Irfan saat wawancara dengan sejumlah wartawan di Kendari,  beberawa waktu lalu.
    Menurut Irfan, tim yang dibentuk tersebut tidak hanya memantau gerakan ISIS tetapi juga keberadaan Syiah di daerah itu.
    “Tim yang terdiri dari penyuluh tersebut memiliki tugas lain untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait bahaya gerakan ISIS ataupun gerakan sejenis lainnya yang bisa memecah kesatuan,” katanya.
    Kemenag Sultra, kata Irfan, juga telah berkoordinasi dengan Ormas Islam yang ada di daerah itu untuk bersama-sama menekan munculnya atau berkembangnya gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila.
    “Yang paling utama juga adalah peran dari Ulama kita. Agar persoalan ini harus menjadi perhatian khusus,” pungkas Irfan. (Suparman-ant/Pudo)

    Peringati HAB Ke-69, Kemenag Sultra Gelar Anjangsana

    Kendari, — Keluarga Besar Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (31/12), melakukan anjangsana dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag RI ke-69 yang puncaknya jatuh pada 3 Januari 2015 mendatang.
    Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Mohamad Ali Irfan itu, dimulai dari Perkampungan Mandiri Energi Kelurahan Puuwatu yang dihuni oleh kebanyakan para pemulung, kemudian ke Perkampungan Nelayan Tondonggeu dan terakhir di Panti Jompo Tresna Werdha “Minaula” Ranomeeto, Kendari.
    Mohammad Ali Irfan, didampingi sejumlah jajaran pejabat eselon III dan IV lingkup Kemenag Sultra, Pembantu Rektor II IAIN Kendari, Pairin dan dari pihak Bank Syariah Mandiri.
    Saat melakukan anjangsana tersebut, rombongan memberikan paket sembako kepada warga di Tiga titik lokasi sasaran anjangsana itu.
    Irfan mengatakan, dari Tiga titik lokasi yang dikunjungi tersebut, ia paling terharu dengan kondisi Manula yang ada di Panti Jompo, karena mengingatkan bahwa siapapun akan menemui masa-masa tua seperti itu bila umur panjang.
    Menurutnya, kunjungan seperti itu bisa makin menumbuhkan kecintaan kepada Sang Maha Pencipta sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan bahwa siapapun akan mendapati masa-masa tua.
    “Saya akan menugaskan penyuluh agama untuk membantu memberikan pembinaan rohani kepada penghuni panti Jompo ini. Termasuk akan memberikan bantuan untuk membantu penyelesaian masjid lingkungan Panti Tresna Werda ini,” katanya.
    Ke depan kata Irfan, kegiatan sosial seperti itu akan diperluas tidak hanya melakukan anjangsana ke sejumlah panti asuhan atau panti jompo, tetapi yang lebih menarik perhatian masyarakat adalah pernikahan massal.
    “Ini sudah menjadi rencana kami yang harus dilakukan untuk peringatan HAB tahun berikutnya yakni mengadakan nikah massal,” katanya.
    Saat berada di Perkampungan Mandiri Energi, Irfan mengapresiasi warga yang bisa menghasilkan produk menggunakan bahan bekas.
    “Ke depan kita inginkan, pembinaan yang dilakukan Kemenag Sultra bukan hanya dari segi mental dan spiritual, tetapi bisa lebih diperluas yakni pembinaan dalam hal pemberdayaan masyarakat,” katanya.
    Ketua Panitia HAB, Samsuri, mengatakan peringatan HAB ke-69 ini, jajaran Kementerian Agama Provinsi Sultra, menggelar sejumlah kegiatan, salah satunya adalah anjangsana.
    Ia berharap, adanya kegiatan itu menjadi salah satu penanda rasa syukur atas eksistensi Kementerian Agama selama ini dalam membantu pemerintah ikut membangun umat. (Suparman-ant/Pudo)

    Waiting List Haji di Sultra Capai 24 Ribu

    Sebanyak 24 ribu calon jamaah haji di Sultra masuk dalam daftar tunggu, hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sultra, Drs. H. Tamrin saat menghadiri kegiatan sinkronisasi Pendaftaran Haji dengan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) Tingkat Provinsi Sultra Tahun 2014.

    "Saat ini tercatat kurang lebih 24 ribu daftar tunggu haji. Jika dibagi berdasarkan kuota normal per tahun, maka masa menunggu pemberangkatan sudah 14 tahun," ungkapnya, akhir pekan lalu.
    Tamrin juga menambahkan, kegiatan sinkronisasi adalah keterpaduan dengan BPS-BPIH. “Ibarat Dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, karena hal ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Dahulu dikenal dengan pendaftaran haji satu atap,” tambahnya.

    Kegiatan tersebut, lanjutnya, untuk lebih memantapkan kerjasama dalam memberikan pelayanan ibadah haji, yang diharapkan bisa meminimalisir potensi kecurangan calon jamaah haji, dengan cara melakukan jalan pintas untuk menggoda penyelenggara agar cepat berangkat haji dengan cara apapun.
    "Kalau tidak mantapkan sinkronisasi kita, maka akan ada hal-hal yang merugikan masyarakat. Meskipun dengan cara sekarang ini tidak ada jalan untuk main-main, tetapi bisa menguras energi untuk menjelaskan hal itu kepada masyarakat,” imbuhnya.

    Ia menjelaskan, berkaitan sinkronisasi dalam pendaftaran haji, ada hal yang sering muncul, yakni data calon haji yang sudah pernah melakukan ibadah haji dan yang belum haji.

    “Ke depan, akan ada aturan yang menyatakan bahwa orang yang sudah haji tidak boleh lagi berangkat haji, karena daftar tunggu banyak. Disinyalir orang yang berulang-ulang melakukan ibadah haji maka mencederai saudaranya yang masih menjadi daftar tunggu,” jelasnya.

    Gubernur Sultra Resmikan Pendaftaran Haji Khusus di Kendari


    Kendari, (Seputar Sultra) — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), diwakili Asisten I Setda Provinsi Sultra, H. Sarifuddin Safaa, SH., M.SI meresmikan peluncuran pendaftaran haji khusus di Sultra melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Generasi 2, Kamis (15/05) malam, di swiss-belHotel Kendari.


    Pencururan atau Launching tersebut ditandai pemukulan gong oleh Asisten I Setda Prov. Sultra, didampingi Kepala Biro (Karo) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Prov. Sultra Drs. H. La Ode Mustari, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra Drs. Rakhman, M.Si, Kasubdit Pendaftaran Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag RI Drs. H. M. Amin Akas, M.Si, Kepala Bidang (Kabid) PHU Kemenag Sultra, Drs. H. Tamrin, M.Si, serta Kabag Keagamaan Kesra Sultra, H. Andi Hasby Saing, S.IP.

    Gubernur Sultra, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Setda Prov. Sultra, Sarifuddin Safaa, menyatakan bahwa bertambahnya daftar tunggu calon jamaah haji di Sultra merupakan indikator perbaikan kehidupan ekonomi masyarakat setempat yang semakin meningkat.

    “Pertambahan daftar tunggu haji ini kita harus maknai bahwa kehidupan ekonomi masyarakat kita semakin membaik,” ujar Sarifuddin, di Kendari, Kamis (15/5) malam.
    Kata dia, selain indikator peningkatan kehidupan ekonomi warga, juga sebagai indikator untuk menakar kesadaran warga yang mampu untuk menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi.

    Di sisi lain, lanjut Sarifuddin, harus diakui bahwa pertambahan daftar tunggu calon haji tersebut berimbas pada waktu menanti untuk berangkat haji yang saat ini mencapai 14 tahun.

    Ia mengungkapkan, bukan hanya calon haji reguler yang harus menunggu sampai 14 tahun lamanya, tetapi juga pendaftar calon haji khusus juga terus mengalami pertambahan. “Bahkan informasi yang kami dapatkan dari Kemenag Sultra, pendaftar haji khusus sudah harus menunggu masa pemberangkatan antara lima sampai enam tahun,” ungkap Sarifuddin.

    Sebelumnya, Kabid PHU Kanwil Kemenag Sultra, Tamrin, menuturkan bahwa jika berdasarkan kuota normal pemberangkatan haji Sultra sebanyak 1.668 orang setiap tahun, maka masa menunggu pemberangkatan jika mendaftar hari ini sampai 14 tahun.

    “Tetapi kalau kuota masih mengalami pemotongan 20 persen seperti tahun ini yang hanya memberangkatkan 1.335 orang, maka waktu menanti pemberangkatan bisa melebihi dari 14 tahun,” tutur Tamrin.

    Turut hadir pada acara Launching tersebut, para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota se Sultra bersama Kasi PHU, perwakilan lembaga haji khusus serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) se Sultra.
    Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), diwakili Asisten I Setda Provinsi Sultra, H. Sarifuddin Safaa, SH., M.SI meresmikan peluncuran pendaftaran haji khusus di Sultra melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Generasi 2, Kamis (15/05), di swiss-belHotel Kendari. - See more at: http://www.kendarinews.com/content/view/8866/437/#sthash.un2PSMqd.dpuf
    Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), diwakili Asisten I Setda Provinsi Sultra, H. Sarifuddin Safaa, SH., M.SI meresmikan peluncuran pendaftaran haji khusus di Sultra melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Generasi 2, Kamis (15/05), di swiss-belHotel Kendari. - See more at: http://www.kendarinews.com/content/view/8866/437/#sthash.un2PSMqd.dpuf

    Umar Samiun Siapkan Bonus Rp. 5 Juta Juara Satu MTQ Sultra

    Rumbia, Bombana (Seputar  Sultra) — Bupati Buton, H. Samsu Umar Abdul Samiun, menyiapkan bonus Rp. 5 juta bagi peserta kafilah daerahnya yang meraih medali emas atau juara Satu pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-25 Tahun 2014 yang dilaksanakan di Kabupaten Bombana.

    “Sebagai motivasi dan penghargaan, siapapun peserta yang mendapat juara satu, maka secara pribadi saya akan berikan tambahan hadiah Rp. 5 juta setiap orang,” kata Bupati Buton, beberapa waktu lalu.
    Ia berharap agar seluruh cabang yang diikuti dapat meraih prestasi. Kata dia, predikat dan target meraih juara memang bukan hakikat utama dalam pelaksanaan MTQ, tetapi lebih pada menumbuhkan keimanan dan pengamalan Al Quran secara baik.

    “Tapi juara juga merupakan ambisi yang harus kita raih untuk mengharumkan daerah. Ciptakan kekompakan dan kebersamaan serta tetap pelihara kesehatan agar mampu tampil prima serta jaga sikap agar dapar berinteraksi dengan peserta daerah lainnya,” pesan Umar Samiun.

    Pada event MTQ yang digelar di Bumi Munajah Wonua Bombana itu, kafilah Buton menyertakan sebanyak 150 orang, 74 orang merupakan peserta yang siap berkompetisi dan selebihnya pelatih, ofisial dan petugas lainnya.

    H. M. Nur Sinapoy Janji Bonus Untuk Juara MTQ

    Rumbia, Bombana (Seputar Sultra) —Pejabat (Pj)Bupati Konawe Kepulauwan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. M. Nur Sinapoy, menjanjikan bonus kepada setiap peserta kafilah Konkep yang mendapat juara pada Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) Tingkat Provinsi Sultra XXV Tahun 2014 yang digelar di Kabupaten Bombana.
    “Bagi peserta kafilah (Konkep_red) yang mendapat juara Satu dikelasnya akan diberi bonus masing-masing Rp.5 juta, juara Kedua Rp.3 juta dan juara Tiga Rp.2 juta,” kata Nur Sinapoy, Jumat (14/03).
    Menurutnya, pemberian bonus kepada qari-qariah ataupun peserta lainnya yang berprestasi, merupakan hal yang wajar bagi setiap iven kegiatan, apalagi ini merupakan syiar Islam yang sangat bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
    Ia mengatakan, walaupun Konkep  baru menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Empat bulan terakhir, namun ia optimistis, Empat dari 10 mata lomba yang diperlombakan itu akan bisa diraihnya.
    “Rasa optimis kami sebagai daerah baru yang ikut di ajang tingkat provinsi ini bisa menjadi yang terbaik pada ajang MTQ tahun 2014 ini, karena sekaligus akan mengembalikan kejayaan bagi qari-qariah masa lalu yang pernah mengharumkan nama Sultra di tingkat nasional,” tandasnya.
    Sebut saja, Hj. Siti Marlina (almarhumah) ,mantan qariah nasional juara Kedua adalah merupakan putri Wawonii, Muhammad Tahir pernah menjadi harapan satu tingkat nasional dan Hj. Runiah juga keluar sebagai harapan nasional yang mewakili Sultra di tingkat nasional.
    Dengan kesemua mantan qari-qariah itu, kejayaan masyarakat Wowonii akan kembali mengukir sejarah baru dalam ajang baca Al Quran, hafalan atau tafsir Al Quran yang dilombakan pada MTQ tersebut.
    Nur Sinapoy menambahkan, sebanyak 150 orang yang tergabung dalam kafilah asal Konkep, sebanyak 25 orang diantaranya merupakan peserta yang ikut dalam pertandingan pada MTQ.
    Menyinggung adanya beberapa warga Konkep yang direkrut oleh kabupaten lain ikut pada MTQ, mantan Sekda Konawe itu mengatakan itu tidak dipermasalahkan sepanjang daerah yang merekrutnya itu tidak dirugikan.
    Pada MTQ XXV Tahun 2014 ini, Konawe Kepulauan mengandalkan qari-qariah pada kategori qari dewasa dan qari remaja, hafalan Al Quran, serta lomba qasidah. (Azis-ant/Pudo)

    KPK berjanji serius Usut Kasus Korupsi Dana Haji Hingga ke Akar-akarnya


    Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji serius menangani kasus dugaan korupsi ibadah haji. Siapa pun yang terlibat akan diusut hingga ke akar-akarnya.


    "Kasus haji masih dipelajari. Data-data di lapangan masih kami terus gali. Kami tidak akan pernah berhenti," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas usai mengikuti acara di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2014).



    Terkait pernyataan Dirjen Haji Anggito Abimanyu yang memastikan stafnya tak akan kabur, Busyro menyambut baik. Yang jelas, kasus tersebut masih dipelajari di penyelidikan.



    KPK tengah menyelidiki dugaan penyelewengan dalam pengelolaan dana haji tahun 2012-2013. Hingga saat ini, KPK masih mengumpulkan bukti untuk menaikkan kasus ini ke penyidikan dan menetapkan tersangka.

    Ahmad Safei Imbau Warga Tiru Prilaku Nabi Muhammad SAW

    Kolaka, (Seputar Sultra) --- Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei, mengimbau masyarakat muslim di daerahnya untuk meniru sikap dan prilaku Nabi Muhammad SAW.

    Imbauan tersebut disampaikan Bupati Kolaka dalam sambutannya pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriyah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka bekerjasama dengan Pengurus Hari-hari Besar Islam (PHBI) dan Dewan Pimpinan Daerah Majelis Ulama Indonesia (DPD MUI) Kabupaten Kolaka, Sabtu (18/01/2014) malam, di gedung Islamic Centre Kabupaten Kolaka.

    “Saya berharap bahwa dalam keseharian kita, apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari selalu mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan dengan bisa memahami itu, yang ditindaklanjuti dengan implementasi ucapan dan perilaku Nabi, maka Insya Allah Kolaka akan menjadi Baldhatun Thayyibatun Warabbun Ghafur,” kata Safei.

    Ia menegaskan, apalah artinya memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad tanpa bisa mengikuti sifat ketauladanan beliau dengan mencontoh Akhlakul Karimah. “Saya berharap kepada alim ulama, tokoh agama, masyarakat serta pemerintah, agar apa yang dicontohkan oleh Nabi, kita berusaha semaksimal mungkin untuk menerapkannya. Mudah-mudahan dengan hajatan ini, kita bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.

    Hadir pada acara peringatan mauli Nabi itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kolaka, Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Kolaka, para pejabat dan karyawan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Kolaka, sejumlah pengurus dan anggota Majelis Taklim, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda Kabupaten Kolaka. (Ahmad Rifai/Pudo)

    La Tangkalalo: “Harus Ada Pembelajaran Yang Didapat”

    Kendari, (Seputar Sultra) --- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kendari memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (18/01/2014) lalu. Acara tersebut disambut antusias oleh siswa serta para guru di Madrasah itu.

    Kepala MTsN 1 Kendari itu, La Tangkalalo, SPd., MPd mengungkapkan, meski perayaanya terlambat dan seharusnya dilaksanakan Rabu (15/1) lalu, namun tetap disambut gembira oleh siswa.
    Menurutnya, peringatan maulid yang diadakan di sekolah itu bukan hanya sekedar acara serimonial, tetapi harus ada pembelajaran yang didapat, baik itu bagi peserta didik maupun para pendidik.

    “Terutama mengenai keutamaan menuntut ilmu sebagaimana yang disabdakan Rasulullah; ’Tuntutlah ilmu meskipun sampai ke negeri Cina’. Artinya bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk menuntut ilmu, karena dengan ilmu, kehidupan dunia maupun akhirat Insya ALLAH bisa kita raih,” ujar La Tangkalalo.

    Selain itu, pembelajaran yang bisa kita ambil adalah budi pekerti Rasulullah. Rasulullah SAW, kata dia, dikenal sebagai salah seorang yang paling jujur dan amanah, bahkan ada julukannya yaitu Al-Amin; yaitu orang yang dapat dipercaya, sehingga itulah yang kita harapkan dari peringatan maulid ini.

    Secara terpisah, seorang siswa MTsN 1 Kendari, Muhammad Akbar mengatakan bahwa dirinya sangat suka dengan kisah tentang Rasulullah. “Saya suka cerita tentang Rasulullah. Beliau paling disukai oleh masyarakat Arab serta keluarganya karena budi pekertinya. Saya ingin juga disukai sama orang-orang seperti Nabi, karena budi pekerti,” ujarnya. (cym-SO/Pudo)

    Rakhman: “Masih Banyak Posisi Tertentu Yang Belum Terisi”

    Unaaha, (Seputar Sultra) --- Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih kekurangan tenaga administrasi, sehingga masih banyak posisi tertentu di lingkup instansi vertikal tersebut yang belum terisi.

    Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sultra, Drs. Rakhman, M.Si, kepada wartawan, Selasa (21/01/2014), usai melakukan tatap muka dengan jajaran Kantor Kemenag Kabupaten Konawe.

    “Saat ini Kemenag masih kekurangan tenaga adminitrasi, seperti pengelola keuangan atau anggaran, khususnya di kabupaten dan kota,” katanya.

    Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang memikirkan bagiamana kekosongan jabatan itu dapat diisi oleh orang-orang yang mimiliki skil manajemen keuangan tersebut. Besar kemungkinannya, lanjut dia, para tenaga ahli keuangan itu tertumpuk di Kanwil Kemenag Provinsi. “Sehingga mungkin akan ada mutasi staf di lingkup Kemenag Sultra untuk ditempatkan di beberapa daerah,” ungkap Rakhman.

    Menurutnya, soal rotasi dan mutasi atau promosi jabatan adalah hal yang biasa di lembaga pemerintahan, termasuk juga di jajaran Kemenag, karena itu merupakan tuntutan kerja dalam organisasi.

    Karena itu kata dia, perlu adanya penyegaran supaya bisa menjamin kualitas pelayanan kerja di instansi yang bersangkutan. “Namun khusus untuk mutasi, kita selalu mempertimbangkan tempat staf itu berdomisili,” ujarnya.

    Prosesnya lanjut Rakhman, Kantor Kemenag kabupaten / kota yang kekurangan manajer pengelola keuangan ini akan mengusul. Kemudian Kemenag provinsi merespon untuk ditindaklanjuti. Setelah itu, dilakukan mutasi di daerah yang berangkutan.

    Terkait kekosongan jabatan di Kanwil Kemenag Sultra, ia menjelaskan bahwa para pegawai yang sudah memenuhi golongan jabatan, akan dirotasi dan dipromosikan mengisi jabatan tersebut. “Ada Dua Kepala Kemenag Kabupaten dan Kota, serta Satu jabatan eselon III di Kemenag Sultra. Jadi masih banyak peluang jabatan di Kemenag Sultra,” pungkas Rakhman. (Irman-MS/Pudo)

    Pemprov Sultra Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1435H

    Kendari, (Seputar Sultra) --- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1435 Hijriyah, Kamis (23/01/2014), di Gedung Olah Raga (GOR) Sultra.

    Pada pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemprov bekerjasama dengan sejumlah instansi dan lembaga, yakni Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, Pengurus Hari Besar Islam (PHBI), Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sultra, Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT), dan Ikatan Muballigh Sultra.

    Ketua panitia, Mursalim, dalam laporannya mengatakan, peringatan maulid ini dilakukan untuk meningkatkan jiwa spiritualis keagamaan di Sultra. Olehnya itu, kegiatan tersebut mengangkat tema “Dengan Semangat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H dan Hari Jadi Sultra ke-50 tahun 2014, Kita Perkuat Kebersamaan Membangun Sultra”.

    Acara yang berlangsung meriah itu, dirangkai dengan beberapa kegiatan, yakni pelantikan Baznas Provinsi Sultra, yang diketuai Wakil Gubernur H. M. Saleh Lasata, dan dilanjutkan penyerahan zakat kepada perwakilan sejumlah panti asuhan.

    Dalam peringatan maulid ini, sejumlah makanan yang telah dihiasi berisi telur (male) dan buah-buahan menjadi rebutan peserta yang hadir. Begitupun pada kegiatan ini, undangan berhamburan untuk mendapatkannya.

    Male atau hiasan yang berisi telur dan buah-buahan dari seluruh SKPD se Sultra itu,  sebelumnya dinilai. Male dari Dinas Pariwisata meraih juara 1, disusul Biro Organisasi Setda Sultra sebagai juara Kedua, serta dinas DPMP sebagai juara Ketiga.

    Hadir pada acara tersebut, Wakil Gubernur Sultra H. M. Saleh Lasata, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sultra, Sekda Sultra H. Lukman Abunawas, para pimpinan SKPD se Sultra, Kepala Kanwil Kemenag Sultra Drs. Rakhman, M.Si bersama jajarannya, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat Sultra. (naja-SO/Pudo)

    STAIN Kendari Perbaharui Nama Jurusan

    Kendari, (Seputar Sultra) --- Sebagai salah satu komitmen untuk menspesifikasikan bidang keilmuan, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Sultan Qaimuddin Kendari memperbaharui Dua nama jurusan yang ada.

    Pembaharuan itu adalah Jurusan Dakwah menjadi jurusan Dakwah dan Komunikasi, serta Jurusan Syariah menjadi Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam. Untuk pengembangan Program Studi (Prodi) nya akan dikembalikan ke jurusan masing-masing untuk menjadi cabang-cabang yang baru sesuai dengan studi keilmuan.

    Pembantu Ketua (PK) I STAIN Kendari, Dr. Husain Insawan mengatakan, proses perubahan itu dilangsungkan sejak 2013 lalu. Harapannya, pihak jurusan dapat membuka cabang-cabang Prodi baru sesuai sesuai dengan spesialisasi ilmu masing-masing.

    Untuk mewujudkan hal itu, kini pihaknya telah membentuk kepanitiaan serta penyiapan anggaran yang berasal dari DIPA.

    Menurutnya, dengan adanya prodi-prodi baru akan membuka peluang bagi calon mahasiswa baru di tahun ini menentukan pilihan sesuai studi ilmu yang disenangi.

    “Contoh kecil adalah Jurusan Dakwah dan Komunikasi. Kalau Dakwah lebih cenderung ke bidang keagamaan termasuk bimbingan dan konseling Islam. Sedangkan, Komunikasi  meliputi studi ilmu Komunikasi,” terangnya.

    Rata-rata jurusan dari 12 prodi yang ada di STAIN Kendari telah terakreditasi B. Peningkatan akreditas jurusan-jurusan itu akan terus didorong dengan cara agar lebih memperhatikan penunjang seperti tenaga pengajar, serta fasilitas belajar mengajar. Untuk saat ini, hanya Prodi Ekonomi Islam yang masih terakredirasi C, karna masih baru keberadaanya. (cym/SO)

    Asrun: “Jangan Terjebak Dengan Ajaran Yang Menyesatkan”

    Kendari, (Seputar Sultra) --- Walikota Kendari, H. Asrun, mengingatkan umat Islam untuk memegang teguh ajaran Islam dan tidak terjebak dengan ajaran yang menyesatkan. Hal itu disampaikan Walikota Kendari pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriyah yang digelar di taman Kota Kendari, Rabu (22/01/2014).

    Ia mengatakan, Allah secara tegas mengingatkan manusia tentang tujuan penciptaan, yakni untuk menyembah-Nya, sesuai dengan firman-NYA; “Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-KU”.

    “Jadi kita diciptakan di bumi untuk menyembah-NYA, tentunya surga menjadi janji Allah kepada hamba-NYA yang patuh,” jelas Asrun.Memperingati maulid nabi lanjutnya, tidak hanya secara seremonial belaka. Akan tetapi, meneladani budi pekerti Nabi Muhammad untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pada peringatan maulid yang mengangkat tema “Melalui Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, Kita Tingkatkan Etos Kerja Dalam Membangun Kota Kendari ke Arah yang Lebih Maju dan Sejahtera” itu, menghadirkan KH. Jakri Nappu, SE., MM selaku pembawa hikmah.
    Dalam ceramahnya, KH. Jakri Nappu mengungkapkan bahwa keluhuran budi pekerti Nabi Muhammad patut diteladani dalam meningkatkan kinerja birokrasi.

    Kata dia, kesabaran dan kejujuran Nabi SAW, menjadi salah satu suri tauladan yang diwariskan untuk umatnya. Sebagai pejabat yang menerapkan Sua faktor itu, akan membuat pejabat tersebut dicintai dan dihargai masyarakat, bahkan di sisi Penciptanya.

    “Semua manusia mempunyai peluang yang sama untuk memberikan contoh terbaik kepada sesama. Kalau saya jadi PNS, tentu ada pedoman kita, yakni peraturan. Apalagi yang beragama Islam hendaknya berpedoman pada Al Quran dan Hadits. Semuanya sudah diatur secara rinci baik itu di bidang, pemerintahan, sosial maupun politik,” ujarnya.

    Hadir pada acara tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Kendari, para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Kendari. (naja-SO/Pudo
     
    BannerFans.com
    BannerFans.com
    BannerFans.com
    Support : Seputar Sultra Copyright © 2011. Seputar Sultra - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger