SeputarSultra
Headlines News :

seputarsultra.blogspot.com
BannerFans.com

IKLAN BARIS

  • Jaul Tanah Kavling
    Jaul Tanah Kavling
    Investasi Cerdas di Kota Kendari.
  • Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental aneka tipe mobil baru: avanza, xenia, ertiga, dll.
  • Dikontrakkan Rumah Permanen
    Dikontrakkan Rumah Permanen
    FASILITAS : 4 Kamar Tidur, 2 Kamar Mandi/WC, Ruang Tamu,Ruang Tengah, Dapur, Listrik 900W, Air PDAM. ALAMAT .
  • Jaul Tanah Kavling
    Jaul Tanah Kavling
    Investasi Cerdas di Kota Kendari.
  • Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental aneka tipe mobil baru: avanza, xenia, ertiga, dll.
  • Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental Mobil Wilayah Kendari
    Rental aneka tipe mobil baru: avanza, xenia, ertiga, dll.
    Showing posts with label Muna. Show all posts
    Showing posts with label Muna. Show all posts

    Tak Lama Lagi Baharuddin-Pili Akan Deklarasi

    RAHA-Dalam waktu yang tak lama lagi,dr H LM Baharuddin, salah seorang bakal calon Bupati Muna periode 2015-2020, akan mendeklarasikan diri dihadapan publik Kabupaten Muna, bersama calon pasangannya.
    “Kalau bukan akhir bulan Mei, Insya Allah  awal Juni saya akan deklarasi,”tegas dr H LM Baharuddin ketika diwawancarai jurnalis koran ini, Sabtu (10/5).

    Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Muna ini juga sekaligus memberi bocoran terhadap awak media, terkait balon wakil yang akan mendampinginya menghadapi pertarungan menuju Muna 1 dan Muna 2 nantinya. “Setelah kami melakukan konsultasi dengan DPW PAN, balon terkuat yang akan mendampingi saya nanti adalah La Pili. Terkait maksud ini saya sudah menyampaikannya langsung kepada La Pili, dan dia setuju,”gamblangnya.

    Sesuai hasil survey, elektabilitas La Pili kata dr Baharuddin berada pada posisi teratas dari calon-calon lainnya, sehingga PAN memiliki keyakinan yang begitu kuat pasangan ini bisa melangkah dengan mulus kedepan.  Selain elektabilitas lanjut dia, sosok La Pili merupakan sosok yang cukup dekat dengan  dr H LM Baharuddin dan telah menjalin komunikasi baik jauh sebelumnya.
    ” Dari dulu komunikasi kami  lancar. Dia sama dengan sama saya, yaitu punya perasaan yang sama dan komunikasinya nyambung,”ulasnya.

    Mengenai partai koalisi lanjut dia, PAN hampir dipastikan akan koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dimana La Pili bernaung. “Koalisi yang hampir pasti adalah dengan PKS, tinggal rekomendasi dari DPP yang kami tunggu,”ujarnya.

    Ditanya soal rival-rival balon bupati dan wabup yang mulai menebar baliho di sejumlah sudut-sudut strategis di Kota Raha, dr Baharuddin tak bergeming. “Tidak ada yang berat, yang berat itu ‘melawan’ hawa nafsu. Balon-balon yang akan tampil ini kan pernah tampil di Pilkada 2010 lalu, jadi tak ada yang berat,”entengnya sembari tersenyum dan sedikit mengurai canda. (sra/hum)

    Gubernur Turun Tangan Soal Kemelut Penyerahan PNS Muna

    RAHA-Defisit belanja pegawai di Kabupaten Muna sebesar Rp 22 miliar, yang disebabkan oleh kemelut persoalan penyerahan personil Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Kabupaten Muna (kabupaten induk_red) ke Kabupaten Muna Barat (Mubar), akan segera menemui titik terang.

    Pasalnya, Gubernur Sulawesi Tenggara, H Nur Alam, SE akan turun tangan untuk mencairkan ‘kebekuan’ sikap  Pj Bupati Muna Barat (Mubar), LM Rajiun Tumada yang menolak untuk menerima personil PNS susulan dari Pemkab Muna. Santer beredar kabar juga bahwa Nur Alam telah ‘mencairkan’ komunikasi antara Bupati Muna, dr H LM Baharuddin dan LM Rajiun Tumada yang sempat ‘buntu’ akibat persoalan penyerahan PNS yang belum tuntas itu.

    Ditanya soal kabar tersebut, dr H LM Baharuddin, membenarkannya. “Gubernur sudah mempertemukan saya dengan Pj Bupati Muna Barat untuk membicarakan hal ini (penyerahan PNS_red).  Karena persoalan penyerahan pegawai adalah lintas wilayah maka Gubernur memiliki kewenangan,”aku Baharuddin ketika diwawancarai jurnalis koran ini usai membuka kejuaraan Alun-alun Cup II, Sabtu (9/5).

    Namun sejauh ini lanjut orang nomor satu di Muna ini, Gubernur belum mengambil keputusan. “Bagaimana solusinya, kita tunggu saja Keputusan dari Gubernur,”ucapnya.
    Suami Hj Wa Ode Farida ini juga memastikan PNS Kabupaten Muna akan tetap menerima gaji bulanan hingga Desember mendatang. “Insya Allah tidak akan terjadi ada PNS  yang tak gajian selama tiga bulan,”tegasnya.

    Kemudian disinggung soal penyebab defisit anggaran lain, seperti tambahan biaya untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp 11 miliar dan dana Panwaslu Muna sebesar Rp 6,9 miliar, Baharuddin menegaskan bahwa pilkada harus disukseskan.
    “Pilkada Muna 2015 harus disukseskan. Banyak yang terlibat di dalamnya, bukan hanya KPU tapi Panwas dan keamanan juga terlibat, semua harus berjalan sinkron. Sehingga dananya harus dipenuhi,”ucapnya. (sra/hum)

    Rumah Mantan Ketua PDI-P Sultra Dirusak Massa Dua Kubu

    Raha, (Seputar Sultra) --- Kediaman salah seorang tokoh di Muna yang juga mantan ketua umum PDIP Sulawesi Tenggara La Ode Rifai Pedansa, di Jalan Diponegoro Kecamatan Katobu, Jumat (14/2) sekitar 01.30 dinihari diserang tujuh orang bertopeng menggunakan senjata tajam.

    Beruntung saat itu, Rifai masih sempat lolos dari penyerangan tersebut. Akibat aksi kemarin,16 kaca jendela rumah yang menjadi kediaman salah seorang anggota DPRD Muna, La Ode Febri Pedansa pecah.

    Keributan tersebut sontak menarik perhatian warga disekitar rumah Rifai. Melihat para warga yang mulai terkumpul, kelompok bertopeng itu mundur dan melarikan diri.

    Imbas dari penyerangan rumah Rifai, ternyata berbuntut aksi penyerangan serupa kepada salah seorang warga jalan Lakilaponto, bernama Arman. Pria yang juga oknum PNS Muna itu, kuat dugaan berkaitan dengan penyerangan di rumah Rifai Pedansa yang terjadi tiga puluh menit sebelumnya. Penyerangan dirumah Arman yang terjadi sekitar 01.00 Wita, diduga sebagai serangan balasan.
    Akibatnya, isi rumah berupa kulkas dan TV rusak berat. Tak hanya itu, butik milik Arman juga tak luput dari aksi penjarahan dan  satu unit sepeda motor milik Arman yang berada disekitar By pass Raha rusak.

    Kapolres Muna, AKBP Sempana Sitepu melalui Kasubag Humas AKP Daniel saat dikonfirmasi terkait peristiwa itu mengatakan, saat ini polisi masih sementara melakukan penyelidikan terkait rentetan peristiwa baku serang itu.

    Polisi juga kata Daniel, telah mengamankan tiga orang pemuda berinisial,AR, LU dan GR untuk dimintai keterangan serta sementara mencari motif aksi saling serang itu. “Masih dalam tahap penyelidikan, “kata Daniel.

    Ketika disinggung apakah ada kaitannya antara penyerangan di rumah warga bernama Arman dengan penyerangan di rumah Rifai Pedansa, mantan Kapolsek Katobu itu membenarkan.  “Pengerusakan tersebut saling berkaitan, “ujar dia.

    Namun informasi yang dihimpun jurnalis koran ini dari pihak kepolisian, sebelum peristiwa penyerangan tersebut, sempat terjadi keributan di jalan poros Warangga pada Kamis malam (13/1) sekitar pukul 23.00 WITA. Antara AR dan LN dengan salah satu kemenakan Rifai.

    Keributan dipicu gara-gara mobil yang dikendarai oleh AR dan LN yang melaju ke arah Kota Raha hendak dilambung oleh mobil Strada putih yang ditumpangi Rifai. Namun AR dan LN tak diberi ruang sehingga berujung pada keributan.

    “Pengakuan dari kemenakan pak Rifai, mereka dihadang. Kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi,”tandas Kasubag Humas, AKP Daniel. (Lyn)

    Mahasiswa Tuntut Pemekaran Muna Barat

    Kendari (Seputar Sultra) --- Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Muda Muna Barat (BMMB), berunjuk rasa tuntut pemekaran di sekretariat DPRD Sultra, Kamis (2/5). Satu orang mahasiswa anggota BMMB, Wahyuddin Ado ditahan karena diduga membakar kursi di teras DPRD Sultra saat demonstrasi.


    Muhammad Yasir Thalib, salah seorang pengunjuk rasa mengatakan, sangat menyayangkan penangkapan rekannya, Wahyuddin Ado oleh pihak kepolisian. "Saya selaku ketua pos tidak mengetahui persis tentang adanya aksi pembakaran yang dilakukan oleh Wahyudin. Sebab saat itu saya sementara di kamar mandi dan saat bersamaan ada aksi unjuk dari elemen lain di lokasi yang sama," tutur Yasir di sekretariat DPRD Sultra, Kamis (2/5).

    Aksi itu lanjut Nasir dilakukan sebagai wujud kekesalan massa BMMB, karena sudah sepekan menduduki sekretariat DPRD, namun tak satupun anggota dewan menemui mereka.

    "Kemungkinan tindakan itu dilakukan akibat akumulasi kekecewaan, sebab kami sudah melakukan unjuk rasa sejak hari sabtu, tetapi tidak satupun anggota dewan yang menemui kami," ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Sektor (Kapolsek) Mandonga, Komisaris polisi Danang Kuswoyo yang ditemui di sekretariat DPRD Sultra membenarkan penahanan terhadap salah seorang pengunjuk rasa." Wahyudin kami amankan untuk dimintai keterangan, sebab ia sebagai salah satu presidium Barisan Muda Muna Barat. Sedangkan satu orang yakni Arwah hanya mendampingi Wahyuddin, terkait aksi pembakaran aset DPRD," ungkapnya.

    Pantauan di sekretariat DPRD Sultra, staf DPRD memasukkan meja dan kursi ke dalam ruangan. Sementara coretan warna merah yang bertuliskan "kami rela mengeluarkan darah demi mekarnya Muna Barat" dan "Muna Barat harga mati,". (Kiki Andi pati)
     
    BannerFans.com
    BannerFans.com
    BannerFans.com
    Support : Seputar Sultra Copyright © 2011. Seputar Sultra - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger